Tampilkan postingan dengan label #31hari. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label #31hari. Tampilkan semua postingan

Kamis, 15 Desember 2011

#day 5 - Desember-februari


Hai Desember,
Bulan terakhir yang sangat menggoda
Dia menggodaku dengan banyak candanya
Sedikit menyentuh, dan terkadang bermain mata
Desember, tahu apa yang aku katakan pada februari ?
Kalau aku ingin segera bertemu dengannya
Meninggalkanmu?
Bukan, hanya ingin berjalan maju saja
Jangan sedih, aku bukan putus asa
Aku berusaha untuk sesuatu yang lebih besar demi target yang lebih nyata
Desember, doakan aku yah, semoga rencanaku ini tidak terbatalkan
Kecup cintaku, untukmu
Desember

Senin, 05 Desember 2011

#day 3 - Legenda Bapak

Menghabiskan malam dengan bapak mungkin sudah jarang akibat kesibukan bekerja
Malam ini aku dan bapak sama-sama menonton sebuah acara televisi
Aku tidak hanya diam, aku protes mengapa harus menonton tayangan di Televisi yang terkenal dengan elang terbangnya
Ketika aku protes itulah, bapak memberikan pembelaannya
"Ini film tentang kederhanaan legenda jaman dulu dek"
Aku terus memperhatikan, kalau-kalau keluar adegan elang terbang, buaya terbang, sapi terbang hingga kucing terbang
Ternyata itu adalah cerita Jaka Kendil.
Bapak pun bertanya, "ia tahu nggak apa itu kendil"
Sok tahunya akumenjawab kendil itu adalah tempat yang terbuat dari tanah liat dan dibuat orang untuk minum air.
Ternyata salah besar, yang aku masuksud adalah kendi
Aku nggak habis akal, "kendil itu berarti orang pendek"
Oooh men,, salah lagi.,, yang aku maksud kerdil
Akhirnya bapak pun menjelaskan kendil itu apa,
"Adek, tahu orang jual bubur, nah untuk menyimpan bubur atau cendolnya itu tempatnya disebut kendil"
Bapak pun bercerita tentang legenda jaka kendil
"Jaka Kendil itu anak raja dek. Dia itu sakti mandraguna, namun karena dia nakal, maka dia dikutuk sama penyihir menjadi seseorang yang pendek dan jelek. Dan dia juga bisa menjadi kendil. Cara untuk menghilangkan kutukannya, dia harus dicintai oleh seseorang. tidak hanya sekedar dicintai namun juga benar-benar dicintai, sangat dicintai dengan tulus..(uuuh, dalem banget pokoknya). Terus eh, ini ada putri Raja yang benar-benar cinta dengan jaka Kendil. akhirnya Jaka Kendil kembali kepada wujudnya dan mereka menikah serta menjadi keluarga yang bahagia."
Bapak pun memulai cerita kehidupanya. 
Semua itu begitu sederhana, seperti apapun raga-nya
Seburuk apapun wujudnya, tetaplah menghargai seseorang tersebut,
Sesuai dengan kebaikan hatinya, ketulusan perbuatannya, kemampuannya, dan perilakunya
Dari situ, kehidupan akan menjadi lebih indah, lebih baik
dan lebih sempurna

Minggu, 04 Desember 2011

#day 2 - Perubahan Itu Mutlak


Aku benci pada perubahan
Dia membuatku tidak berhak berpendapat setuju atau tidak setuju
Dia menjalankan arusnya dan dia tidak membiarkanku untuk berkata tunggu
Itu tandanya, perubahan selalu bersifat mutlak
Setidaknya perubahan tidak akan sesakit ini
Jika dia sedikit membuka rencananya
Membuatku sedikit melakukan sebuah ancang-ancang
Membuatku meneguhkan sedikit keberanian untuk berkata siap
Tetapi terkadang perubahan itu tetap saja perubahan
Dan sore itupun
Langitpun tahu, perubahan itu memang harus menjalankan tugasnya
Pagi yang cerah, tergantikan hujan dikala petang
Aku hanya duduk menghadap jendela yang berdecik ketika tersiram hujan
Ditempat ini kita bertemu
Dan ditempat ini pula kita berpisah
Itu takdir dari sebuah perubahan?
Semoga saja, pagi masih bisa bertemu hujan


*untuk seorang teman yang mengulurkan tangannya
Menyatakan sampai bertemu kembali

Jumat, 02 Desember 2011

#day 1. Menikmati Hidup


Hari pertama Desember yang indah.
Aku diajarkan oleh seseorang, bagaimana menikmati hidup tanpa mengeluh.
Mencintai apa yang dikerjakan  adalah berbicara mengenai mensyukuri apa yang telah diperoleh.
Diperbincangan malam seusai berjibaku dengan urusan halaman dan deadline
Bersama pria-pria tangguh dan tentunya Kopi Hitam
Seorang diantaranya pun bercerita
Hidup yang sangat nikmat itu, ketika kamu makan kebab dipinggir jalan, lalu duduk di kursi kayu, sedikit nyenden di pohon pinggir jalan. Dan mengamati lalu lalang kendaraan bermotor di jalanan yang ramai. Nggak ketinggalan, kopi hitam panas tersedia sebagai teman.
Seorang diantaranya pun tidak ingin kalah bercerita,
Hidup yang sangat nikmat itu, ketika membuka mata di pagi hari dan menuju area ruang keluarga. Dimeja santai sudah tersedia segelas kopi hitam hangat, dengan sepiring pisang goreng disampingnya. Dan tersedia koran pagi itu siap untuk dibaca. Tenang, segar, dan sederhana.
Akupun tidak ingin ketinggalan menceritakan hidup nikmat versiku,
Hidup yang sangat nikmat itu, ketika didepanmu tersaji kopi hitam yang pekat. Kamu duduk bersila diwarung kopi pinggir pantai beralaskan tikar. Bercengkrama dan menikmati ciuman-ciuman kopi dibibirmu.
Sederhana bukan? Coba temukan hidup nikmat versi sederhanamu.
Bukan uang yang berlimpah, bukan jam padat nge-mall, bukan seabrek perhiasan yang berlapis-lapis.
Lalu, seorang lagi berkata, jangan menekuk mukamu dan jangan menunjukkan wajah lelahmu.
Kenapa tidak boleh menekuk muka? Karena usaha keras itu bukanlah hal yang tidak menyenangkan.
usaha keras itu akan menghasilkan hal yang memuaskan.
Tapi bukankah hal yang memuaskan itu membutuhkan kemampuan? Dan kemampuan itu pasti membutuhkan proses?
Kembali orang itu menjawab, Jee,,kemampuan itu proses, tapi kemauan itu pasti.
Jika dari awal kemauan itu memang ada, nggak perlu dipupuk atau proses agar kemauan itu semakin mantab.
Baiklah, aku mencintai hidup ini. Dan akan terus tersenyum karenanya.
Selamat pagi. Selamat Desember